JAKARTA – Semangat membangun generasi sehat dan unggul melalui pemenuhan gizi kembali digaungkan dalam peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2026.
Mengusung tema “Dengan Susu, Generasi Kuat, Indonesia Hebat”, peringatan yang bertepatan dengan momentum World Milk Day ini resmi diluncurkan melalui konferensi pers di Gedung Graha Mandiri, Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Jakarta.
Hari Susu Nusantara 2026 merupakan inisiatif bersama Asosiasi Industri Pengolahan Susu (AIPS), Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), yang mendapat dukungan penuh dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, serta Badan Gizi Nasional.
Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Widiastuti, menegaskan bahwa Hari Susu Nusantara menjadi simbol kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
“Hari Susu Nusantara bukan sekadar peringatan tahunan. Ini adalah wujud nyata sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, industri, peternak hingga masyarakat untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh gizi yang optimal,” ujarnya.
Momentum ini juga menjadi pengingat besarnya potensi pengembangan industri susu nasional. Saat ini, tingkat utilisasi industri pengolahan susu baru mencapai 72 persen. Angka tersebut menunjukkan masih luasnya ruang pertumbuhan sektor susu di Indonesia.
Jika konsumsi susu nasional meningkat hingga sekitar 23 liter per kapita per tahun, utilisasi industri diperkirakan dapat mencapai 95 persen. Kondisi tersebut diyakini mampu mendorong investasi baru sekaligus memperkuat ekosistem industri susu dari hulu hingga hilir.
Plt. Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Gunalan, menekankan pentingnya membangun budaya konsumsi susu sejak usia dini sebagai bagian dari upaya menciptakan keluarga sehat dan generasi berkualitas.
Senada dengan itu, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian RI, Makmun, mengingatkan pentingnya memberikan dukungan dan apresiasi kepada peternak sapi perah lokal yang selama ini menjadi ujung tombak penyediaan bahan baku susu nasional.
Dukungan terhadap penguatan industri susu juga datang dari Kementerian Perindustrian. Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar, Merrijantij Punguan Pintari, menilai sektor susu memiliki prospek besar melalui inovasi produk serta penguatan rantai pasok dalam negeri.