DPRD Kalteng Dorong Desa dan Kelurahan Siaga TBC Jadi Garda Terdepan Edukasi Kesehatan

PALANGKA RAYA – DPRD Kalimantan Tengah mendukung penguatan upaya pencegahan dan pengendalian tuberkulosis (TBC) melalui pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC.

Program berbasis komunitas tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat edukasi kesehatan hingga tingkat lingkungan.

Anggota DPRD Kalteng, Agie, mengatakan keberhasilan penanganan TBC tidak hanya bergantung pada pemerintah maupun tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai ujung tombak pencegahan penyakit tersebut.

Menurutnya, masyarakat perlu menjadi bagian penting dalam proses pengendalian TBC agar penanganan di lapangan dapat berlangsung lebih efektif dan menjangkau langsung warga.

“Pencegahan TBC tidak bisa hanya dilakukan pemerintah dan tenaga kesehatan. Masyarakat harus ikut berperan dan diposisikan sebagai aktor utama agar penanganannya di lapangan menjadi jauh lebih efektif dan humanis,” ujar Agie, Rabu.

Ia menjelaskan, keberadaan Desa dan Kelurahan Siaga TBC dapat menjadi sarana edukasi yang efektif karena melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kader kesehatan, ketua RT dan RW, petugas puskesmas, hingga pemerintah setempat. 

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan dan pengendalian TBC di tingkat akar rumput.

Agie juga mengapresiasi sejumlah inisiatif pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC yang mulai berkembang di beberapa wilayah Kalimantan Tengah.

Ia berharap program tersebut dapat diperluas sehingga manfaatnya dirasakan secara merata, termasuk di kawasan dengan tingkat mobilitas penduduk yang tinggi maupun daerah yang masih membutuhkan penguatan edukasi kesehatan.