PALANGKA RAYA – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan tahap paling penting dalam membentuk generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. Karena itu, seluruh anak perlu mendapatkan layanan PAUD yang berkualitas sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
Hal tersebut disampaikan Aisyah saat membuka Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun dan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Jenjang PAUD se-Kalimantan Tengah yang dilaksanakan secara daring dari Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (6/7).
Menurut Aisyah, berbagai penelitian menunjukkan bahwa investasi pendidikan pada usia dini memberikan dampak yang sangat besar terhadap perkembangan kecerdasan, karakter, kesehatan, kreativitas, hingga kemampuan sosial anak.
"Usia dini merupakan masa emas yang menentukan kualitas kehidupan anak di masa depan. Karena itu, menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah tetapi juga seluruh elemen masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai dari satu tahun pendidikan prasekolah merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperluas akses pendidikan sejak dini. Melalui kebijakan tersebut, seluruh anak usia 5–6 tahun diharapkan memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan prasekolah sebelum memasuki sekolah dasar.
Aisyah menekankan bahwa PAUD bukan hanya mengajarkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga membangun kesiapan belajar, membentuk karakter, menanamkan kemandirian, serta melatih kemampuan bersosialisasi dan mencintai proses belajar.
Keberhasilan implementasi program tersebut, lanjutnya, membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Bunda PAUD kabupaten dan kota, satuan pendidikan, organisasi mitra, dunia usaha, hingga masyarakat dan orang tua. Kolaborasi diperlukan untuk meningkatkan angka partisipasi PAUD, mendata anak yang belum bersekolah, serta memberikan dukungan layanan pendidikan, termasuk melalui Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD, bantuan perlengkapan sekolah, maupun fasilitas transportasi bagi anak yang membutuhkan.
Selain itu, Aisyah mengingatkan pentingnya pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) yang ramah anak. Menurutnya, pengalaman pertama anak memasuki lingkungan sekolah harus berlangsung menyenangkan, aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi.
"Anak-anak harus merasa nyaman, bahagia, dan percaya diri ketika pertama kali datang ke sekolah. MPLS di jenjang PAUD harus menjadi proses adaptasi yang menyenangkan, bukan menimbulkan rasa takut," tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh satuan PAUD untuk terus meningkatkan kualitas layanan dengan menghadirkan guru yang hangat, sabar, dan penuh kasih sayang, serta menjadikan orang tua sebagai mitra utama dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Tak hanya itu, Aisyah mendorong seluruh Bunda PAUD kabupaten dan kota agar terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pendidikan usia dini sehingga tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh layanan pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengajak seluruh pemangku kepentingan menanamkan nilai-nilai budaya lokal, khususnya semangat Huma Betang, sebagai bagian dari pendidikan karakter sejak usia dini. Nilai kebersamaan, toleransi, gotong royong, saling menghormati, dan persatuan dinilai penting untuk ditanamkan sejak anak berada di bangku PAUD.
Menutup sambutannya, Aisyah mengingatkan pesan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, bahwa setiap anak di Kalimantan Tengah harus memperoleh hak atas pendidikan tanpa terkecuali. Ia juga mengajak seluruh pihak mendukung berbagai program pemerintah, termasuk Program Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Mari bersama-sama menghadirkan PAUD yang berkualitas, inklusif, ramah anak, dan menyenangkan sebagai fondasi terwujudnya Kalimantan Tengah yang Berkah, Maju, dan Sejahtera menuju Indonesia Emas 2045," tutupnya.