SUMEDANG – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong para praja dan alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk terus meningkatkan kapasitas, kompetensi, serta kualitas kepemimpinan guna menghadapi peluang menjadi kepala daerah di masa mendatang.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Kuliah Umum Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan yang berlangsung di Balairung Rudini Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, (18/6).
Menurut Bima, rekam jejak para lulusan IPDN dalam menjalani berbagai penugasan pemerintahan dari tingkat paling bawah menjadi modal penting yang tidak dimiliki banyak profesi lain. Pengalaman tersebut dinilai membentuk karakter dan kemampuan kepemimpinan yang matang.
"Kalau berbicara rekam jejak kepemimpinan, alumni IPDN sejatinya siap, bahkan bisa jadi yang paling siap," ujarnya.
Ia menjelaskan, pendidikan kepamongprajaan telah melahirkan puluhan ribu aparatur sejak masa Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN), Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), hingga menjadi IPDN.
Para alumninya kini tersebar di berbagai daerah dan menduduki beragam posisi strategis, termasuk sebagai gubernur, bupati, maupun wali kota.
Bima menilai pengalaman menjalani berbagai penugasan, mulai dari lurah, camat, kepala dinas, hingga sekretaris daerah, memberikan pemahaman yang menyeluruh mengenai tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan kebutuhan masyarakat. Hal tersebut menjadi fondasi penting bagi seorang pemimpin daerah.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa kepala daerah di masa depan akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain dituntut mampu merespons dinamika geopolitik global yang terus berkembang, mereka juga harus memastikan pelaksanaan program strategis nasional berjalan optimal serta mampu memenuhi ekspektasi masyarakat melalui realisasi pembangunan di daerah.
Karena itu, Bima meyakini lulusan IPDN memiliki bekal yang memadai untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut.
Ia juga berharap para praja tetap memegang teguh semangat pengabdian Bhinneka Nara Eka Bhakti serta menjaga idealisme yang telah dibangun selama menempuh pendidikan hingga masa purna tugas.
"Jika semangat itu terus dijaga, saya yakin generasi IPDN siap menyongsong Indonesia Emas 2045," katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Deputi I Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Nazib Faizal, jajaran staf ahli dan tenaga ahli kementerian terkait, serta Rektor IPDN Halilul Khairi beserta sivitas akademika IPDN.