PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bersama PT Pertamina Patra Niaga memperkuat koordinasi untuk mengatasi antrean bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah tersebut.
Hal itu mengemuka dalam audiensi antara Wakil Bupati Kobar Suyanto dengan jajaran PT Pertamina Patra Niaga di ruang kerja Wakil Bupati, Rabu (15/7/2026).
Dalam pertemuan itu, Sales Area Manager Retail Kalimantan Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Donny Prasetya, memastikan ketersediaan BBM di Kabupaten Kotawaringin Barat masih dalam kondisi aman. Berdasarkan perhitungan saat ini, stok memiliki ketahanan sekitar 11 hari dan akan terus diperkuat melalui pasokan yang berlangsung secara berkelanjutan.
"Stok BBM di Kotawaringin Barat dalam kondisi aman dengan ketahanan sekitar sebelas hari. Masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan akan terus diperbarui secara dinamis," ujar Donny.
Selain menjamin ketersediaan pasokan, Pertamina juga akan memperketat pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi. Pengawasan difokuskan pada penerapan standar operasional prosedur (SOP) di seluruh SPBU, terutama terkait pemeriksaan barcode dan pencocokan nomor polisi kendaraan sebelum pengisian BBM subsidi dilakukan.
Menurut Donny, langkah tersebut bertujuan memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan.
"Kami akan memastikan seluruh SPBU menjalankan SOP dengan baik, termasuk melakukan verifikasi barcode dan kesesuaian nomor polisi kendaraan sebelum penyaluran BBM bersubsidi," katanya.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Kobar Suyanto mengapresiasi komitmen Pertamina dalam menjaga pasokan energi bagi masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, akan mengoptimalkan peran Satuan Tugas (Satgas) BBM untuk melakukan pengawasan langsung di lapangan.
Satgas tersebut akan memantau proses distribusi BBM agar berjalan sesuai ketentuan, sekaligus mengantisipasi praktik penyalahgunaan dan mengurangi antrean di SPBU.
"Kami akan mengaktifkan Satgas BBM untuk turun langsung ke lapangan sehingga penyaluran BBM benar-benar sesuai aturan dan tepat sasaran," ujar Suyanto.
Ia juga meminta seluruh pengelola SPBU di Kotawaringin Barat menyusun sistem pengaturan antrean yang lebih tertib, baik melalui mekanisme maupun jadwal pelayanan, agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.
"Kami berharap setiap SPBU memiliki mekanisme pengaturan antrean yang baik sehingga pelayanan kepada masyarakat lebih tertib, nyaman, dan lancar," katanya.
Melalui koordinasi tersebut, Pemkab Kotawaringin Barat dan PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga kelancaran distribusi BBM, memperkuat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi, serta memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.