PALANGKA RAYA – Panggung seni di Taman Budaya Kalimantan Tengah kembali bergeliat melalui pagelaran sendratari bertajuk “Nansarunai Usak Jawa – Wusi Tungkau Nansarunai” pada Jumat (1/5/2026) malam.
Pertunjukan ini tak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga medium kuat dalam merawat warisan budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko menyampaikan apresiasi atas kolaborasi para seniman yang terlibat.
Ia menilai, pertunjukan tersebut berhasil menghadirkan nilai sejarah, filosofi, serta semangat perjuangan yang relevan untuk generasi masa kini.
“Sendratari ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga menyampaikan pesan tentang perjalanan sejarah dan semangat pantang menyerah yang perlu terus diwariskan,” ujarnya.
Menurut Yuas, pelestarian budaya tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan peran bersama antara pemerintah, pelaku seni, dan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, lanjutnya, berkomitmen terus mendukung pengembangan seni budaya melalui pembinaan serta fasilitasi berbagai kegiatan kreatif.