Sinergi Pendidikan, Lingkungan dan Otonomi Daerah

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar upacara gabungan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Hari Bumi ke-56, dan Hari Otonomi Daerah ke-30 di halaman Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (2/5/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan menjadi momentum memperkuat keterkaitan antara pembangunan pendidikan, pelestarian lingkungan, serta tata kelola pemerintahan daerah.

Sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, dibacakan oleh Wakil Menteri Fajar Riza Ul Haq.

Dalam amanat tersebut ditegaskan Hardiknas tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan titik pijak untuk mempercepat transformasi pendidikan nasional yang lebih progresif dan berkelanjutan.

“Peringatan tiga momentum sekaligus ini mencerminkan keterhubungan erat antara pendidikan, kesadaran ekologis, dan penguatan otonomi daerah," jelasnya. 

Pendidikan, lanjutnya, tidak hanya berfungsi mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, daya kritis, serta kreativitas generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman.

Pemerintah, kata dia, terus mendorong transformasi pendidikan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing secara global.

Salah satu pendekatan yang dikedepankan adalah pembelajaran mendalam (deep learning) yang menitikberatkan pada pemahaman komprehensif dan kontekstual.

Dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun terakhir, berbagai langkah strategis telah dijalankan, mulai dari revitalisasi satuan pendidikan hingga percepatan digitalisasi pembelajaran yang telah menjangkau puluhan ribu sekolah di Indonesia.

Upaya ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif, layak, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Selain itu, peran guru turut diperkuat melalui peningkatan kompetensi, pelatihan berkelanjutan, serta perbaikan kesejahteraan.

Lingkungan sekolah juga terus dibenahi agar menjadi ruang yang aman, sehat, dan nyaman bagi peserta didik.

Dalam kaitannya dengan peringatan Hari Bumi, pendidikan dinilai memiliki peran penting dalam menjawab tantangan global seperti perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

Tema “Kekuatan Kita, Planet Kita” menegaskan urgensi keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan bumi.

Sementara itu, momentum Hari Otonomi Daerah menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, terutama untuk mengatasi kesenjangan mutu antarwilayah.

Bagi Kalimantan Tengah, pendidikan dinilai strategis untuk mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dengan dinamika global, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.