Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mempercepat transformasi layanan publik berbasis digital guna mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan pemerintahan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran aplikasi E-PAHARI dan perangkat Electronic Data Capture (EDC) Bank Kalteng yang diresmikan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, pada kegiatan Rapat Koordinasi sekaligus Kick Off Mini Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (9/3).
Hadirnya aplikasi E-PAHARI menjadi terobosan baru dalam pelayanan pajak daerah, khususnya pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Melalui aplikasi tersebut, masyarakat kini dapat melakukan pembayaran pajak kendaraan secara digital tanpa harus datang ke kantor Samsat.
Dalam sambutannya, Edy Pratowo menegaskan bahwa digitalisasi layanan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, praktis, dan efisien bagi masyarakat.
“Melalui aplikasi E-PAHARI, masyarakat tidak perlu lagi mengantre di kantor Samsat. Proses pembayaran bisa dilakukan secara digital sehingga lebih mudah, cepat, dan transparan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menghadirkan inovasi layanan tersebut, di antaranya Samsat, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Tengah, PT Jasa Raharja, serta Bank Kalteng yang mendukung penguatan ekosistem layanan keuangan digital di daerah.
Menurut Edy, pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik harus mampu memberikan kemudahan nyata bagi masyarakat, bukan justru menambah kerumitan dalam proses layanan.
Selain memberikan kemudahan, kehadiran E-PAHARI juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak kendaraan tepat waktu. Hal ini sekaligus berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak kendaraan bermotor.
Peluncuran aplikasi ini juga menjadi bagian dari upaya percepatan implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Kalimantan Tengah. Saat ini, Pemprov Kalteng bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota terus memperkuat digitalisasi dalam pengelolaan transaksi keuangan daerah.
Di akhir sambutannya, Edy Pratowo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan layanan keuangan digital secara bijak, produktif, dan aman.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai potensi kejahatan digital yang dapat muncul seiring meningkatnya penggunaan teknologi dalam transaksi keuangan.
“Digitalisasi harus dimanfaatkan secara bijak. Kita ingin masyarakat tidak hanya mudah mengakses layanan, tetapi juga merasa aman saat bertransaksi,” tutupnya.