Menkomdigi: Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace Jadi Langkah Strategis

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan partisipasi Indonesia dalam Board of Peace (BoP) menjadi langkah strategis untuk memperkuat keterlibatan Tanah Air dalam proses stabilisasi dan rekonstruksi pascakonflik, khususnya bagi Palestina.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam program Podcast Blak-Blakan Detikcom di Jakarta Selatan, Sabtu (21/2).

Menurutnya, selama ini Indonesia konsisten menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina melalui berbagai forum internasional serta bantuan kemanusiaan.

“Melalui BoP, Indonesia kini memiliki ruang yang lebih konkret untuk terlibat dalam proses stabilisasi dan rekonstruksi pascakonflik,” ujarnya.

Meutya memastikan arah politik luar negeri Indonesia tetap berpegang pada prinsip two state solution.

Ia menekankan keikutsertaan Indonesia di forum tersebut bukanlah bentuk normalisasi hubungan, melainkan bagian dari upaya menjaga agar kepentingan Palestina tetap menjadi perhatian dalam setiap tahapan pembahasan perdamaian.

Dalam pertemuan perdana BoP, lanjutnya, posisi Indonesia mendapat pengakuan dari sejumlah pemimpin dunia.

Ia mencontohkan pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut Indonesia sebagai negara besar.

Selain itu, Presiden Prabowo Subianto juga disebut telah menyampaikan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam misi perdamaian, termasuk kesiapan pengiriman pasukan dalam jumlah signifikan. Menurut Meutya, komitmen tersebut sekaligus menjawab berbagai disinformasi yang beredar di ruang publik.

Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mengedepankan literasi digital dan klarifikasi terbuka melalui media arus utama guna memastikan masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan proporsional.

“Namun pada prinsipnya, kami lebih banyak menjawab dengan narasi dan penjelasan yang terbuka,” tegasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk aktif memeriksa sumber informasi serta tidak mudah terpengaruh isu yang belum terverifikasi.