Pemerintah Kabupaten Barito Timur menampung sebanyak 138 usulan pembangunan dari tujuh desa dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) ke-2 Tingkat Kecamatan Karusen Janang.
Kegiatan tersebut digelar di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kecamatan Karusen Janang, Desa Dayu, Selasa (3/2).
Ratusan usulan yang disampaikan mencakup berbagai sektor, mulai dari pembangunan dan peningkatan infrastruktur dasar, rehabilitasi sekolah dan puskesmas pembantu (pustu), pengaspalan jalan desa, hingga dukungan sektor pertanian berupa bantuan bibit sawit, kakao, serta tanaman produktif lainnya.
Musrenbangcam diawali dengan laporan Camat Karusen Janang, Bewini, yang memaparkan kondisi wilayah serta kebutuhan prioritas pembangunan kecamatan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan arahan Bupati Barito Timur, M. Yamin, yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, Alvianson, sekaligus membuka secara resmi Musrenbang ke-2 Kecamatan Karusen Janang.
Usai pembukaan, forum dilanjutkan dengan pemaparan usulan dari masing-masing desa serta tanggapan perangkat daerah.
Sesi tersebut dipandu Kepala Bappelitbangda Barito Timur, Franz Sila Utama, yang juga memfasilitasi diskusi untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah.
Berdasarkan hasil pembahasan, jumlah usulan yang masuk terdiri dari Desa Dayu sebanyak 31 usulan, Desa Wuran 40 usulan, Desa Ipu Mea 10 usulan, Desa Kandris 13 usulan, Desa Simpang Naneng 26 usulan, Desa Lagan 8 usulan, serta Desa Putut Tawuluh 10 usulan.
Kegiatan Musrenbangcam ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Barito Timur, Misnohartaku, Asisten II Setda Barito Timur, staf ahli bupati, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forkopimcam, damang, kepala desa se-Kecamatan Karusen Janang, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Kehadiran Sekda dilakukan usai mengikuti kegiatan peluncuran penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di seluruh puskesmas yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati.
Dalam arahannya, Sekda Barito Timur Misnohartaku menekankan pentingnya sinkronisasi antara usulan masyarakat, prioritas pembangunan daerah, dan kemampuan fiskal pemerintah kabupaten.
Ia berharap seluruh program yang diusulkan dapat direncanakan secara realistis agar pelaksanaannya tepat sasaran dan berkelanjutan.