Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank terus memperluas upaya penguatan ekspor nasional dengan menyasar pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Palangka Raya.
Melalui kolaborasi ini, LPEI mendorong produk lokal agar mampu bersaing dan menembus pasar internasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Diseminasi dan Kolaborasi Pelaku IKM bersama LPEI yang digelar di Aula Peteng Karuhei II, Kantor Wali Kota Palangka Raya, (28/1).
Kegiatan ini menjadi ruang temu strategis antara pelaku usaha lokal dengan lembaga pembiayaan ekspor, sekaligus membuka akses terhadap pendampingan dan jejaring pasar global.
Kepala Departemen Jasa Konsultasi LPEI, Prayudha Utama, menjelaskan bahwa LPEI memiliki mandat pemerintah untuk memperkuat kinerja ekspor nasional melalui berbagai instrumen, mulai dari pembiayaan, penjaminan, asuransi, hingga layanan konsultasi.
Menurutnya, dukungan tersebut difokuskan untuk membantu UMKM dan IKM mengatasi tantangan pembiayaan serta meningkatkan kapasitas usaha agar siap bersaing di pasar internasional.
“Selain pembiayaan, kami juga menjalankan penugasan khusus pemerintah, termasuk pendampingan ekspor dan restrukturisasi, agar pelaku usaha dapat tumbuh, naik kelas, dan berorientasi ekspor,” kata Prayudha.
Ia menambahkan, LPEI secara aktif menyelenggarakan berbagai program penguatan kapasitas pelaku usaha, seperti pelatihan ekspor, fasilitasi business matching, keikutsertaan dalam pameran internasional, hingga pengembangan pemasaran berbasis digital.
Melalui pemanfaatan teknologi digital, pelaku IKM dinilai dapat menjangkau pasar global dengan lebih efisien tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
“Dengan strategi pemasaran digital, produk IKM dapat dipasarkan ke luar negeri hanya melalui perangkat yang dimiliki pelaku usaha,” ujarnya.
Prayudha juga mengungkapkan bahwa LPEI telah memiliki jaringan pembeli internasional yang siap menyerap produk IKM, termasuk buyer dari Selandia Baru yang menunjukkan minat terhadap produk asal Palangka Raya.
“Kami membuka akses langsung ke buyer luar negeri, sehingga pelaku IKM tidak perlu lagi khawatir soal pintu masuk pasar internasional,” ungkapnya.
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen mendukung peningkatan kualitas dan daya saing produk IKM agar memenuhi standar pasar global.
Ia berharap kolaborasi ini dapat memacu pelaku IKM untuk terus berinovasi, meningkatkan mutu produk, serta menumbuhkan semangat ekspor.
“Produk lokal Palangka Raya harus mampu bersaing di pasar internasional. Pemerintah daerah akan terus hadir memberikan pendampingan agar kualitas, inovasi, dan daya saing pelaku IKM semakin meningkat,” pungkasnya.