Yayasan Al Badar Kasongan Terdampak Kebakaran, Harapkan Dukungan Pemkab dan Kemenag

Musibah kebakaran besar yang melanda kawasan Pasar Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Minggu (25/1) tengah malam, tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga berdampak pada sektor pendidikan.

Kompleks Pendidikan Yayasan Al Badar Kasongan dilaporkan ikut terdampak dalam peristiwa tersebut.

Kebakaran yang menghanguskan puluhan ruko itu menyisakan keprihatinan mendalam, terutama bagi Yayasan Al Badar yang selama ini berperan sebagai salah satu lembaga pendidikan keagamaan penting di ibu kota Kabupaten Katingan.

Sejumlah sarana prasarana pendidikan mengalami kerusakan, sehingga berpotensi mengganggu kelangsungan proses belajar mengajar.

Pendiri sekaligus mantan pengurus Yayasan Al Badar Kasongan, H. Alex Majedi, menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut.

Ia menegaskan bahwa meskipun berada dalam kondisi darurat, hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan harus tetap dijaga.

“Dalam situasi seperti ini, yang terpenting adalah bagaimana proses belajar mengajar tetap bisa berjalan. Ini menyangkut masa depan para siswa dan santri,” ujar Alex, Senin.

Menurutnya, diperlukan langkah cepat dan terkoordinasi agar aktivitas pendidikan tidak terhenti terlalu lama. Ia menilai respons dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, khususnya dalam menyediakan solusi pembelajaran sementara pascabencana.

Pihak Yayasan Al Badar berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Katingan serta Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Katingan.

Bantuan yang diharapkan antara lain penyediaan ruang belajar sementara atau tenda pendidikan, bantuan buku pelajaran dan perlengkapan sekolah yang terdampak kebakaran, serta kebijakan pembelajaran darurat yang mendapat pengakuan resmi.

“Kami berharap Pemkab Katingan dan Kemenag Katingan bisa hadir membantu, sehingga proses pendidikan tetap berjalan meski dalam kondisi terbatas,” tambahnya.

Kebakaran Pasar Kasongan sendiri tercatat sebagai salah satu insiden kebakaran terbesar dalam beberapa waktu terakhir di wilayah tersebut.

Padatnya bangunan pasar yang berdekatan dengan permukiman serta fasilitas umum membuat api cepat menyebar, termasuk ke area kompleks Yayasan Al Badar.

Saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan kerugian serta penyelidikan penyebab kebakaran.

Sementara itu, bagi keluarga besar Yayasan Al Badar Kasongan, fokus utama adalah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung agar tahun ajaran yang sedang berjalan tidak terganggu.

Musibah kebakaran dinilai tidak boleh menghentikan akses pendidikan. Oleh karena itu, dukungan masyarakat serta respons cepat dari pemerintah daerah sangat diharapkan demi memulihkan semangat belajar para siswa di Yayasan Al Badar Kasongan.