Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan ketersediaan gas di wilayahnya tetap aman dan distribusi berjalan normal.
Masyarakat diminta tidak terpancing isu yang dapat memicu kepanikan, termasuk melakukan pembelian secara berlebihan.
Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng, pemerintah menegaskan kabar mengenai stok gas yang disebut hanya cukup untuk beberapa hari merupakan bagian dari pola distribusi yang wajar di tingkat depot.
Kepala Disdagperin Kalteng Norhani menjelaskan kondisi stok yang tampak terbatas dalam waktu tertentu merupakan siklus logistik normal, karena pasokan gas terus masuk secara berkala melalui pengiriman kargo.
“Stok di depot yang tersedia untuk dua hari itu merupakan hal biasa dalam siklus distribusi. Pasokan akan terus bertambah seiring kedatangan kapal pengangkut,” ujarnya di Palangka Raya, Kamis.
Ia mengungkapkan, pada 8 April 2026 telah tiba tambahan pasokan gas sekitar 1.000 metrik ton yang saat ini sedang dalam proses bongkar muat.
Hal tersebut menunjukkan rantai pasok energi di Kalimantan Tengah berjalan tanpa hambatan berarti.
“Kami mengajak masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Stok aman dan distribusi berjalan lancar,” tegasnya.