Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, mengajak mahasiswa untuk berani menciptakan peluang usaha kreatif yang bertumpu pada potensi dan kearifan lokal daerah.
Ajakan tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Seminar Akademik Tahun 2026 yang diselenggarakan Universitas Terbuka Palangka Raya di GPU Tambun Bungai, Palangka Raya, belum lama ini.
Dalam paparannya, Aisyah menekankan mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak ekonomi kreatif.
Menurutnya, kreativitas generasi muda harus diarahkan untuk mengolah potensi daerah menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing.
Ia menyebut, dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk legislatif daerah.
Harapannya, lulusan perguruan tinggi tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja.
“Mahasiswa harus berani menghadirkan ide-ide inovatif. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diharapkan mampu membuka usaha sendiri dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada,” ujarnya.
Aisyah juga mengingatkan agar pengembangan usaha tidak meninggalkan identitas budaya. Ia menilai kekayaan budaya dan kearifan lokal Kalimantan Tengah merupakan fondasi penting dalam membangun ekonomi kreatif yang autentik dan berkelanjutan.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya penguatan peran perguruan tinggi di daerah sebagai pusat lahirnya sumber daya manusia unggul.
Menurutnya, kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya, yang dibentuk melalui pendidikan dan semangat belajar.
Seminar tersebut menjadi wadah mempererat sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dalam mencetak generasi inovatif, mandiri, serta siap bersaing.
Diharapkan, mahasiswa Kalimantan Tengah mampu memanfaatkan peluang dan potensi lokal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.