Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah pengendalian harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Kegiatan ini dilaksanakan serentak di sembilan kabupaten/kota pada Jumat (13/2).
Pelaksanaan GPM mencakup tingkat provinsi serta wilayah Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Katingan, serta Kota Palangka Raya. Sementara daerah lainnya dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat.
Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong daya beli masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibanding harga pasar,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan kali ini, pemerintah menyediakan 10 ton beras premium bersubsidi, 1 ton gula konsumsi, 1.000 liter minyak goreng, 500 tray telur ayam ras, serta ratusan kilogram bawang merah dan bawang putih.
Setiap komoditas mendapatkan subsidi dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi sebesar Rp2.000 hingga Rp10.000 per item.
Harga yang ditawarkan pun berada di bawah harga pasar. Beras premium 5 kilogram dijual Rp59.000, beras SPHP Rp58.000, gula konsumsi Rp15.000 per kilogram, bawang merah Rp32.000, bawang putih Rp30.000, minyak goreng Fortune 1 liter Rp17.000, telur omega isi 10 butir Rp20.000, serta telur ayam ras satu rak Rp50.000.
Yuas memastikan stok pangan di Kalimantan Tengah dalam kondisi aman. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Bulog, ketersediaan beras mencapai sekitar 14.706 ton dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga enam bulan ke depan.
Selain menggelar GPM, pemerintah juga mengingatkan pedagang pasar tradisional agar mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) dan tidak menaikkan harga secara sepihak. Pengawasan akan dilakukan bersama instansi terkait guna menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng, Agus Candra, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan arahan langsung gubernur dan wakil gubernur dalam rangka memperkuat ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, pelaksanaan GPM didukung pendanaan dari APBD Provinsi serta Badan Pangan Nasional. Selisih harga yang diberikan dinilai cukup signifikan, terutama untuk komoditas beras dan gula yang saat ini mengalami kenaikan di pasaran.
Melalui gerakan serentak ini, Pemprov Kalteng berharap laju inflasi menjelang Ramadan dapat ditekan dan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.