Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah di Istana Isen Mulang, (23/2).
Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan ibadah secara ritual, tetapi juga momentum membangun kualitas spiritual dan sosial umat.
Menurutnya, puasa mengajarkan nilai kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri yang pada akhirnya membentuk pribadi tangguh serta masyarakat yang saling peduli.
“Ramadan adalah ruang pembinaan diri. Dari latihan menahan diri itulah lahir kekuatan moral untuk membangun daerah dengan semangat kebersamaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran dan program kerja, tetapi juga soliditas seluruh elemen masyarakat.
Silaturahmi yang terjaga, kata dia, akan memperkuat langkah bersama dalam mewujudkan Kalimantan Tengah yang maju, sejahtera, dan bermartabat.
Dalam kesempatan tersebut, Agustiar juga mengajak masyarakat untuk turut mengawasi pelaksanaan program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).
Ia menekankan pentingnya transparansi dan ketepatan sasaran agar program perlindungan sosial tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga yang membutuhkan.
“Kita ingin program ini berjalan akuntabel dan tepat guna. Dukungan serta pengawasan masyarakat sangat diperlukan,” tegasnya.
Sementara itu, Ustadz Hasanudin dalam tausiahnya mengingatkan agar umat Islam menampilkan nilai-nilai rahmatan lil alamin melalui perilaku sehari-hari.
Ia menekankan pentingnya empati, kepedulian, dan sikap santun sebagai cerminan ajaran Islam, terlebih di bulan suci Ramadan.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan simbolis paket sembako kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan penuh berkah.
Melalui Safari Ramadan ini, Pemprov Kalimantan Tengah berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga harmoni serta mempercepat pembangunan daerah secara berkelanjutan.